Musyawarah Besar II Pimpinan Daerah SALIMAH Bulungan

Pengurus PD SALIMAH Bulungan Periode 2010 - 2013 bersama dengan Ketua PW SALIMAH Kalimantan Utara



Musyawarah Daerah II Pimpinan Daerah SALIMAH Kabupaten Bulungan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Desember 2013 bertempat di Hotel Kaltara Kabupaten Bulungan. Musda kali ini  mengangkat tema “Optimalisasi Peran Gerakan Wanita dalam Pembangunan”. Sesuai dengan kondisi Kabupaten Bulungan yang sekarang telah menjadi Ibukota Provinsi Kalimantan Utara, maka diharapkan SALIMAH bisa menjadi leader bagi organisasi wanita lain untuk lebih pro aktif dan peduli dalam proses pembangunan SDM yang berkualitas di Kabupaten Bulungan khususnya. Karena pembangunan tentu tidak hanya menitik beratkan pada pembangunan secara fisik saja, akan tetapi juga pada pembangunan mental dan kualitas sumber daya manusianya.

Seharusnya musda II ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sesuai dengan SK kepengurusan periode 2010 – 2013, akan tetapi menginggat kesibukan para pengurus dan kecintaan yang sangat besar terhadap SALIMAH maka para pengurus belum mau digantikan posisinya...(hehehe)...

Musda II PD Salimah Bulungan tidak hanya dihadiri oleh para pengurus SALIMAH saja akan tetapi juga oleh para undangan dari organisai wanita lain yang tergabung didalam GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten Bulungan, bahkan Ketua GOW sendiri yang membuka musda II ini dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah SALIMAH Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan ini Ibu Jumriah, S. Pd selaku ketua SALIMAH PD Bulungan Periode 2010–2013 menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban selama 3 tahun. Adapun kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam rentang waktu tersebut antara lain Pelaksanaan PSPA bagi warga bulungan pada tahun 2010, Taklim Rutin Salimah (TRS) yang dilaunching pada tahun 2011, Gerakan Membaca Quran (GEMA) yang dilaunching pada tahun 2012, Pelatihan Kewirausahaan pada tahun 2013 serta kegiatan yang rutin pelaksanaanya seperti Dauroh Mubalighoh, TRS, Tarhib Ramadhan, Senam Muslimah, LKM dan Forum Silahturahim (FORSIL) dimana Para pengurus bersepakat untuk menerima LPJ yang disampaikan.

Pada acara puncak yakni pemilihan Ketua PD SALIMAH Kabupaten Bulungan untuk periode 2014 – 2016 banyak usulan nama yang dilemparkan oleh forum, namun akhirnya terpilihlah secara aklamasi dari nama nama yang ditawarkan tersebut yakni ibu Niken Triyani, S. Pi untuk mengemban amanah tersebut. Musda II PD SALIMAH Bulungan ditutup dengan pelantikan ketua baru oleh Ketua PW Salimah Kalimantan Timur.

Semoga kepengurusan Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah periode 2014-2016 dapat lebih solid, lebih semangat dan lebih optimal dalam melakukan perannya untuk menjadikan SALIMAH sebagai organisasi yang memiliki partisipasi aktif dalam pelaksanaan pembangunan. Amin...

Miss You My Teachers


“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku,
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa” 
Salimah Bulungan
Potongan bait lagu “Terimakasih Guruka” mewakili rasa cinta dan terimakasih saya kepada semua orang yang berperang dalam perturbation diri, karakter, pribadi saya, sehingga saat ini saya masih bisa bertahan menghadapi kehidupan yang tidak mudah dan itu semua berkat guru yang telah tulus berbagi ilmu dan mengasihi saya.
Sejak saya berumur tujuh tahun, saya telah duduk di kursi dengan pakain putih merah lengkap dengan sepatu hitam kaos kaki putih, tangan di atas meja mata tertuju pada sosok yang berdiri menulis huruf demi huruf sambil bercuap-cuap menjelaskan apa yang ditulisnya, sekali-sekali sosok itu menyuruh kami maju ke depan untuk membaca tulisan-tulisan hasil goresan tangannya. Masih sangat terngiang di ingatan saya, setiap hari Jumat pagi, kami berdiri di depan pintu dan satu persatu memasuki kelas dengan melewati pemeriksaan kebersihan kuku, siapa yang tidak memotong kuku maka akan mendapat hadiah satu cubitan yang cukup membuat nyeri. Namun dari sini saya belajar akan pentingnya kebersihan.
Setiap akhir catur wulan, kami semua pergi berwisata bersama teman lainnya dengan membawa berbagai macam bekal, dan saling berbagi diantara teman lainnya dan makan bersama guru-guru kami.
Guru tidak hanya mengajarkan kami menulis, menjumlah, membagi, namun sosoknya juga mengajrkan kami akan kebersihan, keberanian, kebersamaan, saling berbagi dan saling menyayangi.
Guru bukan hanya sosok yangmengajarkan kita di sekolah, tapi mereka yang membagi ilmu, dengan tingkah lakunya kita bisa belajar, dialah guru bagi kita. Bahkan senyum anak kecil adalah guru yang mengajarkankita akan ketulusan.
Sosok guru TPA yang mengajarkan kita membaca Al Qur’an tidak kalah besar pengorbanan dan kasih sayangnya terhadap kita, karena merekalah Kitab Allah bisa kita baca dengan baik dan benar.
Halaqoh, dunia yang baru beberapa tahun ini menghiasi hari-hari saya,
Halaqoh mungkin asing menurut banyak orang, sama seperti penilaian saya diawal masuk menjadi bagian dari halaqoh. Halaqoh sama halnya dengan sekolah, ada guru ada murid namun sekolah halaqoh bukan wadah  yang formal namun ilmu yang bisa di dapatkan tidak kalah besar dari ilmu di sekolah formal, halaqoh  mengagjarkan tentang ilmu pengetahuan, hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lainnya, hubungan manusia dengan Allah dan bagaimana menjadi manusia yang bisa menyeimbangkan dunia dan akhirat.

Tarhib Ramadhan Bersama Salimah Bulungan

  • Tarhib Ramadhan Bersama Ustadz Ali Mahfud di Masjid Jami Habib Ahmad Al Kaf
    TRS "Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan" Bulan Suci Ramadhan adalah hal yang istimewa yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslim. Sehingga bulan penuh berkah ini wajib disambut dengan penuh kebahagiaan dan persiapan yang baik, sama halnya ketika menyambut tamu kehormatan maka kita akan berusaha mempersiapakn segala hal dalam penyambutan sang tamu sehingga apa yang diharapakan mendapatkan nilai yang terbaik. Itulah kurang lebih yang disampaikan oleh Ustadz Ali Mahfud diawal pertemuan pada acara Ta'lim Rutin Salimah "Tahrib Ramadhan" Lanjut sang Ustadz menyampaikan mengapa kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan karena dengan mempersiapkan diri maka kita akan lebih muda dalam menjalankan amalan-amalan di bulan penuh berkah ini, sama halnya ketika akan menghadapi sesuatu dengan Persiapan yang matang maka Insya Allah akan mendapakan hasil yang memuaskan. 
    Banyak alasan mengapa orang-orang merasa gembira dengan kedatangan Ramadhan, diantaranya:
     ~ Gembiranya para pedagang pakaian, karena dengan datang bulan penuh berkah akan menambah omset penjualannya, ~ 
     ~ Gembiranya anak-anak berkumpul tertarawa bersama dengan teman-teman, 
     ~ Gembiranya bagi para PNS, karena jam kerja berkurang, 
     ~ Bahagianya para perantau, karena biasanya banyak cuti bersama, sehingga bisa pulang kampung berkumpul dengan keluarga, 
    ~ Bahagianya para artis yang mendapatkan tawaran job di berbagai sinetron religi. 

    Namun bukan kegembiraan seperti diatas yang dimaksud dengan gembiranya bagi orang beriman dengan datangnya Ramadhan, tapi gembiranya karena bulan Ramadhan memiliki keistimewaan seperti:
     ~ Ramadhan sebagai pembersih diri, "waktu diantara sholat lima waktu, waktu antara Jumat dengan Jumat terdapat pengampunan dosa asalkan tidak melakukan dosa besar dan menjalankan ibadah Ramadhan." Menurut beliau Ramadhan bagaikan mesin cuci yang membersihkan pakaian dengan proses pembersihan yang begitu berat dan tidak enak, bayangkan saja pakaian kotor harus diguling, diperas, terhempas dalam tabung pencuci namun pakaian yang awalnya kotor menjadi bersih dan wangi, sama halnya Ramadhan terasa berat dan tidak enak karena harus berhaus-haus, berlapar-lapar dan kurang tidur karena sholat tarawe namun hasil yang diperoleh jika kita ikhlas dan sabar menjalaninya adalah pengampunan atas segala dosa yang pernah kita kerjakan. Sesungguhnya kata beliau, setan pada bulan ramadhan dibelenggu, diikat dan tidak memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menyesetkan namun manusia masih memiliki peluang untuk melakukan kesalahan jika dia tidak berhasil melawan hawa nafsunya. 

SEMINAR MANAJEMEN KELUARGA SAKINAH

   Pada Kesempatan seminar Manajemen Keluarga Sakinah ini Ustadz Satria Hadi Lubis bersama istri Kinkin Annida yang menjadi pembibacara, beliau menguraikan/membahas Kata SAKINAH huruf perhuruf.
Menurut beliau "SAKINAH" itu:

S : Sibuknya adalah memecahkan masalah besar bukan sebaliknya
  • Masalah besar adalah tauhid dan pengamalannya (Al Baqarah : 133)
  •  Rasulullah tidak mempermasalahkan ada ataupun tidak adanya makanan di rumah
  • Waktu kumpul keluarga (WKK) sebagai sarana meluruskan orientasi keluarga
      Sebab-sebab Konflik (Tantangan keluarga Sakinah)
  1. Karakter, bisa karena perbedaan suku, adat, budaya
  2. Ekonomi, karena ekonomi keluarga tidak sesuai dengan yang diharapkan 
  3. Anak, hal ini berhubungan masalah sekolah anak, ketika suami mengingnkan anak di sekolah yang diinginkan sedangkan sang istri menginginkan anak sekolah yang diinginkannya. 
  4. Nafkah bathin

     Komunikasi yang baik sebagai sarana untuk mengatasi segala konflik dalam rumah tangga, ungkap ustdaz yang biasa disapa ustadz Hadi ini.
Ustadzah Kinkin Anida mengutarakan beberapa konflik serta bagaimana solusi terbaik menghadapinya, diantaranya:

Partisipasi SALIMAH Bulungan Kepada Para Korban Kebakaran Kampung Arab




Hari masih gelap para muslimin dan muslimah bersiap-siap memenuhi panggilan Allah SWT melalui muadzin. Udara di luar masih masih sangat dingin namun sebagian orang sudah mulai beraktivitas tapi tidak sedikit orang masih asyik dalam buaian mimpi dan menghiraukan panggilan Adzan.
        Tiba-tiba api muncul dari rumah salah seorang warga yang seakan ingin ikut berpartisipasi membangunkan orang-orang yang masih terlelap dalam tidurnya untuk segera menunaikan sholat shubuh, dan benar saja hanya terhitung beberapa menit dari awal kemunculannya berpuluh sampai beratus manusia datang menyaksikan bagaimana hebatnya si jago merah ini melahap tempat bernaung puluhan kepala rumah tangga yang berlokasi di Kampung Arab, Tanjung Selor, Kalimantan Utara.  Langit di Tanah Kampung Arab berubah menjadi hitam, sungai Kayan di depannya kelihatan merah, dan mobil petugas kebakaran berdatangan untuk memadamkan kobaran api, tidak banyak harta benda yang bisa diselamatkan karena api begitu cepat menjalar dan melahap rumah-rumah warga.

Senyuman Memesona


Seutas senyum yang ikhlas dan menceriakan itu ibadah

Bismillahirrohmanirrohim, 

Assalamualaikum sahabat Salimah yang berbahagia, seutas seyuman kami berikan hari ini. Di hari ini, kami berganti baju, kami berbenah dengan harapan agar kinerja kami semakin baik, dan blog ini semakin memberikan manfaat untuk semua.

Sahabat Salimah yang berbahagia! Seutas senyuman yang kita berikan hari ini, kepada sesama, teman sejawat, teman sekantor, sahabat kehidupan, keluarga, anak-anak adalah sebuah energi positif yang menceriakan,  dan bernilai ibadah. 

Seorang sahabat kami pernah berujar, bahwa ia merasa sangat tertekan bekerja di kantornya. Telisik punya telisik, ternyata itu semua hanya dikarenakan seorang kawannya yang selalu bersungut, marah, dan tidak pernah tersenyum. Suasana hati teman kantornya yang buruk, acapkali membuatnya lebih mudah mengeluarkan kata-kata menyakitkan, meninggikan suara, dan bertingkah pongah. Alhasil, rekan-rekannya yang setiap hari bersamanya pun menjadi jengah dan tidak lagi berempati.